Hubungan Perilaku Merokok dengan Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Tamansari Kota Bandung Tahun 2024

  • Revi Destiana Yahya
  • Sadeli Masria
  • Winni Maharani
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract. Acute Respiratory Infection (ARI) is a disease affecting the respiratory system caused by viruses or bacteria. It can occur at any age but is more common in individuals with weak immune systems, such as toddlers. One environmental risk factor for ARI is exposure to cigarette smoke from family members. This study aims to analyze the relationship between family smoking behavior and ARI incidence in toddlers at Tamansari Health Center, Bandung, in 2024. The study uses an analytical observational method with a cross-sectional approach. A purposive sampling technique was applied to 56 ARI patients aged 1-59 months who met the inclusion criteria. Data analysis was conducted using the chi-square test, resulting in a p-value of 0.713, indicating no significant association between family smoking habits and ARI incidence in toddlers. The study concludes that while family smoking behavior does not significantly impact ARI cases in toddlers, exposure to cigarette smoke may still pose health risks, particularly due to toddlers’ developing respiratory systems and weak immunity, which could increase susceptibility to irritation. Abstrak. Penyakit Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan dan disebabkan oleh virus maupun bakteri. Penyakit ISPA dirasakan oleh seluruh usia namun rentan terjadi pada mereka yang memiliki sistem imun lemah seperti balita. Salah satu faktor risiko terjadinya ISPA adalah faktor lingkungan yaitu paparan asap rokok yang ditimbulkan oleh anggota keluarga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan perilaku merokok anggota keluarga terhadap kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Tamansari kota Bandung tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada penderita ISPA berusia 1-59 bulan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 56 orang. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh nilai p-value sebesar 0,713 yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Tamansari kota Bandung tahun 2024. Kesimpulan penelitian ini adalah kebiasaan merokok anggota keluarga tidak berdampak secara signifikan terhadap kejadian ISPA pada balita namun tidak sepenuhnya menghilangkan potensi risiko yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok terhadap kesehatan balita, terutama dengan kondisi kekebalan tubuh balita yang lemah dan saluran pernapasan yang masih dalam tahap pertumbuhan dapat berpotensi untuk meningkatkan iritasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Revi Destiana Yahya, Sadeli Masria, & Winni Maharani. (2025). Hubungan Perilaku Merokok dengan Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Tamansari Kota Bandung Tahun 2024. Bandung Conference Series: Medical Science, 5(1), 881–888. https://doi.org/10.29313/bcsms.v5i1.17164

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free