Propaganda Politik dalam Media Sosial: Studi Kasus Penyebaran Hoaks Pilpres 2024 di X

  • Yanti D
  • Rizqiana S
  • Fadhilah F
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
97Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini mengkaji penyebaran hoax sebagai bagian dari strategi propaganda politik yang sistematis dan terstruktur pada pemilu presiden Indonesia tahun 2024, dengan fokus pada platform Twitter/X. Dalam konteks ini, hoax bukan sekedar informasi palsu; mereka adalah alat komunikasi politik yang dirancang untuk membentuk opini publik melalui pendekatan emosional, simbolik, dan berbasis algoritma. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma post-positivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang berlatar belakang politik digital, serta mendokumentasikan konten yang beredar di Twitter/X. Temuannya mengungkapkan bahwa bentuk-bentuk propaganda politik mencakup kontra-narasi strategis, personal branding yang emosional, daya tarik empati yang salah, eksploitasi isu-isu sensitif, dan konstruksi realitas yang menyesatkan. Konten ini disebarluaskan secara terorganisir melalui akun besar dan buzzer serta dipersonalisasi berdasarkan preferensi audiens untuk menciptakan ilusi konsensus publik. Temuan-temuan ini menggarisbawahi dampak signifikan propaganda digital terhadap polarisasi sosial dan persepsi masyarakat, menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital dan menumbuhkan masyarakat yang lebih cerdas mengenai konten politik online.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yanti, D. Y., Rizqiana, S., Fadhilah, F. N. A., & Nisa, P. K. (2025). Propaganda Politik dalam Media Sosial: Studi Kasus Penyebaran Hoaks Pilpres 2024 di X. PEMA, 5(2), 501–507. https://doi.org/10.56832/pema.v5i2.1295

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free