Abstract
Prevalensi penggunan obat herbal meningkat di seluruh dunia, terutama di kalangan ibu hamil. Di daerah pidie masih sangat kental dengan budaya dan kepercayaan penggunaan ramuan yang di racik sendiri untuk Kesehatan ibu baik sebelum hamil dan bahkan sedang hamil. Literatur yang diterbitkan menunjukkan prevalensi penggunaan obat herbal bervariasi antara 22,3-82,3% selama kehamilan. Ramuan yang paling umum digunakan adalah pepermin, jahe, timi, kamomil, sage, adas manis, fenugreek, dan teh hijau. Alasan paling umum tujuan penggunaan yaitu untuk pengobatan gangguan gastrointestinal dan gejala pilek dan flu. Mayoritas penggunaan selama trimester pertama kehamilan tanpa konsultasi ke dokter atau bidan. Mayoritas ibu hamil di sarankan oleh keluarga dikarenakan lebih efektif dan memiliki lebih sedikit efek samping dari pada pengobatan modern terutama selama kehamilan. Banyak ibu hamil yang belum mengetahui resiko terhadap penggunaan ramuan herbal bagi kehamilannya, sehingga kegiatan pengabdian pada masyarakat ini perlu dilakukan bertujuan dapat memberikan pengetahuan bagi ibu hamil tentang penggunaan herbal saat hamil. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu penyuluhan yang melibatkan ibu hamil, wanita usia subur, keluarga dan perangkat desa. Hasil yang di peroleh dari penyuluhan ini ibu hamil antusia mengikuti kegiatan dan aktif dalam bertanya menunjukkan bahwa informasi yang di sampaikan oleh pemateri menambah pemahaman dan pengetahuan ibu hamil tentang penggunaan ramuan herbal yang selama ini sudah menjadi tradisi yang berlaku di dalam keluarga dan masyarakat. The prevalence of herbal medicine use is increasing worldwide, especially among pregnant women. In the Pidie area, it is still very thick with the culture and belief in the use of herbs that are concocted by themselves for maternal health both before pregnancy and even during pregnancy. Published literature shows the prevalence of herbal medicine use varies between 22.3-82.3% during pregnancy. The most commonly used herbs are peppermint, ginger, thyme, chamomile, sage, anise, fenugreek, and green tea. The most common reason for its intended use is for the treatment of gastrointestinal disorders and cold and flu symptoms. The majority of use during the first trimester of pregnancy is without consultation with a doctor or midwife. The majority of pregnant women are recommended by families because it is more effective and has fewer side effects than modern treatments, especially during pregnancy. Many pregnant women do not know the risks of using herbal herbs for their pregnancy, so this community service activity needs to be carried out in order to provide knowledge for pregnant women about the use of herbs during pregnancy. The method that will be used in this community service activity is counseling involving pregnant women, women of childbearing age, families and village officials. The results obtained from this counseling enthusiastic pregnant women participated in the activity and were active in asking questions, showing that the information conveyed by the presenter increased the understanding and knowledge of pregnant women about the use of herbal herbs which has been a tradition that has been valid in the family and community
Cite
CITATION STYLE
Yuliana, Y., Idawati, I., & Warni, E. (2024). PENYULUHAN TENTANG PENGGUNAAN RAMUAN HERBAL PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN MANE KABUPATEN PIDIE. Jurnal Adiguna Pengabdian Masyarakat, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.70410/japm.v1i1.14
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.