Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Strategi Mempertahankan Identitas Nasional Era Globalisasi

  • Dewi K
  • Najicha F
N/ACitations
Citations of this article
218Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Identitas nasional sebagai jati diri bangsa yang berarti berbeda dengan yang lain hanya menjadi miliki bangsa itu merupakan kumpulan nilai-nilai yang tumbuh berkembang dari keberagaman kehidupan warga negara Indonesia. Dengan adanya globalisasi sebagai perkembangan ilmu pengetahuan teknologi yang memudahkan kita dalam melakukan kegiatan bermasyarakat nyatanya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap identitas nasional. Penelitian dengan menggunakan metode studi literatur dengan menggunakan teori-teori relevan yang bersumber dari buku lainnya sebagai bahan rujukan guna memperoleh data teoretis pendukung kebenaran hasil penelitian. Dengan demikian, studi literatur memperkuat permasalahan yang dikaji yaitu mengenai Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Strategi Mempertahankan Identitas Nasional Era Globalisasi dimana terdapat dampak negatif dari era globalisasi yang dapat meluruhkan identitas nasional sehingga perlunya pengajaran Pendidikan kewarganegaraan sejak usia dini sebagai pembentukan karakter, mewujudkan nilai-nilai dan akhlak setiap warga negara. Kita sebagai bangsa Indonesia wajib untuk menjaga dan dan melestarikan jati diri bangsa dengan cara memilah sisi positif dan negatif dari era globalisasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dewi, K. S., & Najicha, F. U. (2024). Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Strategi Mempertahankan Identitas Nasional Era Globalisasi. De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4(1), 33–38. https://doi.org/10.56393/decive.v4i1.2066

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free