Analisis isi: Propaganda dan asimilasi dalam Film “Ajari Aku Islam”(2019)

  • Olivia O
  • Limantara J
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam film “Ajari Aku Islam”(2019), konflik antara sepasang kekasih muncul disebabkan oleh perbedaan agama, etnis, dan budaya. Aliang yang beretnis Tionghoa dan beragama Konghucu jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang gadis muslim pribumi, Fidya. Film ini terinspirasi dari kisah nyata produsernya, Jaymes Riyanto, beliau membuat film ini dengan motivasi untuk mengangkat citra Islam sebagai agama perdamaian serta mengangkat isu toleransi antar sesama dan mendorong kehidupan yang damai berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika. Penulis menggunakan metode deskriptif analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan analisa penulis pada film “Ajari Aku Islam”(2019), ditemukan bahwa terdapat propaganda asimilasi yang gamblang dalam film tersebut dari sisi penokohan dan alur. Penokohan keluarga Tionghoa digambarkan sangat tradisional, kuno, dan kejam sangat berlainan dengan keluarga melayu yang digambarkan soleh dan soleha, sopan, dan lebih terbuka pada orang lain yang berbeda dari mereka. Dari alur, film lebih memfokuskan pada ajaran Islam dan bagaimana karakter utama menjadi lebih baik hanya karena mempelajarinya. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa toleransi dan Bhinneka Tunggal Ika yang dimaksud produser adalah jika suku minoritas berasimilasi dengan mayoritas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Olivia, O., & Limantara, J. E. (2023). Analisis isi: Propaganda dan asimilasi dalam Film “Ajari Aku Islam”(2019). Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 9(2), 305. https://doi.org/10.30813/bricolage.v9i2.3568

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free