Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat formulasi biskuit alternatif sebagai produk pangan darurat dengan syarat nutrisi harian yaitu 2100 kkal, menggunakan baku lokal sebagai tepung komposit dan penambahan senyawa antioksidan. Tahapan penentuan formulasi biskuit alternatif yaitu: penentuan formulasi tepung komposit dengan menentukan persentase bahan baku menggunakan Design Expert sehingga diperoleh 5 formulasi dan selanjutnya tahap rancangan percobaan menggunakan Rancang Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 15 percobaan. Pengujian biskuit alteratif meliputi Uji Fisik (Kadar Air dan Daya Patah), Uji Organoleptik dan Uji Kimia (Uji Proximat dan Uji Aktivitas Antioksidan). Hasil menunjukan bahwa formulasi tepung komposit tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan daya patah pada biskuit, dengan nilai dari perlakuan terbaik sebesar 4,44% untuk kadar air dan 17,80 N untuk daya patah. Uji organoleptik dengan 30 panelis menghasilkan nilai 3,78 untuk warna, 3,62 untuk rasa, 4,33 untuk aroma dan 3,48 untuk tekstur. Hasil uji kimia pada perlakuan terbaik biskuit alternatif per 100 gram produk mengandung 60,67% karbohidrat, 11,99% protein dan 10,68 lemak sehingga dapat menghasilkan total kalori sebesar 476,78 kkal, serta aktivitas senyawa antioksidan biskuit sebesar 86.000 ppm.
Cite
CITATION STYLE
E. Hermayanti, M., Lailatul Rahmah, N., & Wijana, S. (2016). Biscuits Formulation as Alternative Product for Emergency Food. Industria: Jurnal Teknologi Dan Manajemen Agroindustri, 5(2), 107–113. https://doi.org/10.21776/ub.industria.2016.005.02.7
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.