Abstract
Sejalan dengan perkembangan pemanfaatan batubara di Indonesia, muncul pula beberapa kendala yang menghambat perkembangan tersebut yaitu adanya gas SO2 hasil pembakaran batubara yang dapat menimbulkan pencemaran udara. Flotasi adalah suatu proses untuk memisahkan padatan halus yang terpisah dari suatu padatan dengan padatan yang lain, secara umum diterapkan pada konsentrasi bijih logam, untuk membersihkan bahan bakar padat atau benefisiasi mineral bukan logam, tetapi juga dapat diterapkan untuk pemisahan padatan dari cairan atau pemisahan padatan non-mineral dari suatu padatan dengan padatan yang lain. Penelitian desulfurisasi pada batubara yang berasal dari bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Uap(PLTU) menggunakan metode flotasi dilakukan secara kontinyu dalam sebuah alat kolom flotasi. Disini beberapa variabel flotasi diantaranya adalah perbandingan antara batubara dengan Crude palm oil (CPO) yaitu 1:2, 1:4, 1:6 dengan laju alir umpan yang berbeda-beda. Diperoleh kondisi yang optimal pada pengurangan kadar sulfur pada proses flotasi ketika laju alir umpan sebesar 0,3612 L/menit dengan perbandingan CPO/Batubara pada 1:2 dengan sulfur yang terambil sebesar 45,269 %.
Cite
CITATION STYLE
Jaya, D., & Soegondo, E. (2016). Pemanfaatan CPO (Crude Palm Oil) Untuk Desulfurisasi Pada Batubara Menggunakan Metode Flotasi. Eksergi, 13(2), 27. https://doi.org/10.31315/e.v13i2.1699
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.