Abstract
Kelompok Wanita Tani (KWT) Sido Jodho mampu membuat produk olahan berbahan dasar biofarmaka antara lain, jahe instant, kunyit asam instant, temu lawak instant, yoghurt jahe, minuman jahe, minuman kunyit asam dan cookies jahe. Kendala yang dihadapi adalah bahan baku yang tersedia tidak selalu bagus, pemasaran hanya sebatas offline dan belum mempunyai pencatatan keuangan yang baik. Kegiatan pengabdiam masyarakat sudah dimulai pada bula Mei 2022. Alih teknologi yang diberikan kepada sasaran adalah pencatatatn keuangan sederhana dan pemasaran secara online. Bantuan yang diserhakan berupa pembuatan demplot tanaman biofarmaka, perbaikan dapur sehat dan pendampingan pemasaran online. Luas lahan demplot tanaman biofarmaka adalah 50x10 meter yang terletak dekat dengan rumah anggota KWT. Pemasaran produk KWT saat ini sudah masuk ke market place dan di beberapa Hotel. Anggota kelompok juga telah melakukan pencatatan keuangan sederhana dan menggunakan aplikasi Si Apik.
Cite
CITATION STYLE
Ratna Satriani, Anny Hartati, & Syahrul Ganda Sukmaya. (2023). PENGUATAN PASAR DAN DIVERSIFIKASI OLAHAN MINUMAN BERBAHAN DASAR PRODUK BIOFARMAKA PADA KELOMPOK TANI SIDO JODHO KABUPATEN BANJANEGARA. J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(9), 6261–6266. https://doi.org/10.53625/jabdi.v2i9.4846
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.