Kuasa, Tubuh, dan Tanda dalam Meme Politik Nurhadi-Aldo

  • Cholifah Y
  • Adrianto A
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana kuasa, tubuh hingga ideologi kiri dalam unggahan meme politik Nurhadi-Aldo (NA). Indonesia saat ini menyaksikan kemunculan satu pasang calon presiden fiktif, yakni Nurhadi-Aldo. Pasangan ini muncul di tengah tensi politik yang memanas menjelang pemilihan presiden Indonesia periode 2019-2024. Pasangan fiktif ini menjadi viral dengan berbagai unggahan meme yang cenderung vulgar – berkaitan dengan tubuh, tetapi beberapa unggahannya ikut menyuarakan kritik terhadap kuasa. Nurhadi-Aldo yang kemudian disingkat menjadi ‘Dildo’ menyimbolkan diri sebagai phallus palsu, alias kuasa fiktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Peirce. Berdasarkan analisis semiotika terhadap sampel meme NA terkait dengan kuasa dan tubuh dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: (1) Meme politik mampu menjadi medium aspirasi bagi semua pihak yang ringan, namun efektif dan viral; (2) Meme NA berasal dari dua ikon shitposting sehingga unggahan NA akan selalu meliputi tubuh, ironi, dan absurditas; (3) Shitposting yang cenderung vulgar dan agresif memungkinkan meme NA membawakan topik yang sensitif, khususnya ideologi kiri dan tubuh; (4) Tampilan foto profil NA yang terbalik serta singkatan yang disematkan pada mereka, yakni dildo memiliki peran penting dalam membangun sebuah simbol atas kuasa palsu.

Cite

CITATION STYLE

APA

Cholifah, Y. W., & Adrianto, A. E. (2019). Kuasa, Tubuh, dan Tanda dalam Meme Politik Nurhadi-Aldo. Mediator: Jurnal Komunikasi, 12(1). https://doi.org/10.29313/mediator.v12i1.4578

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free