Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendidikan monastik terhadap tingkat kecerdasan mengatasi kesulitan. Latar belakang penelitian ini menekankan pada peraturan yang berkaitan dengan kedisiplinan, pelatihan, kegiatan, dan kerohanian. Permasalahan yang terjadi pada anak asuh yaitu mengenai kecerdasan mengatasi kesulitan (AQ) untuk individu beradaptasi dengan program di Pusdiklat. Ada empat dimensi yang dihadapi dalam AQ menurut Stoltz yaitu: kendali, asal-usul dan pengakuan, jangkauan, daya tahan. Metode yang digunakan yaitu dengan penyebaran angket dan teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian telah dirumuskan, data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik statistik. Hasil dari analisis data tersebut bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kedua variabel ditunjukkan dari standar koefisiensi sebesar 0,957 dengan demikian berarti kecerdasan mengatasi kesulitan anak asuh Pusdiklat Buddhis Bodhidharma Bandungan dipengaruhi oleh pendidikan monastik. Persamaan regresi linier sederhana antara pendidikan monastik dengan kecerdasan mengatasi kesulitan yaitu: Y = -13.170 + 1.073. X1. Dengan demikian terjadi pengaruh yang positif antara pendidikan monastik terhadap kecerdasan mengatasi kesulitan.
Cite
CITATION STYLE
Mujiyanto, M. (2022). Pengaruh Pendidikan Monastik terhadap Adversity Quotient Anak Asuh Pusdiklat Buddhis Bodhidharma. Jurnal Agama Buddha Dan Ilmu Pengetahuan, 8(2), 104–112. https://doi.org/10.53565/abip.v8i2.677
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.