The Penilaian Sumber Daya Air (Water Resources Assessment) Sub DAS Cirasea, Kabupaten Bandung

  • Fitria D
  • Syafrudin
  • Sarminingsih A
N/ACitations
Citations of this article
2Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Fenomena yang kerap terjadi pada Sub DAS Cirasea adalah banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Perubahan iklim, perubahan tata guna lahan, pertumbuhan populasi penduduk dan industrialisasi telah memberikan tekanan yang cukup besar pada ketersediaan sumber daya air Sub DAS Cirasea. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sumber daya air dan manajemennya di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Ketersediaan air dihitung dengan menggunakan simulasi HEC-HMS dan kebutuhan air dihitung menggunakan pendekatan rumus yang diterbitkan oleh KLH, 2014. Analisis komprehensif terkait ketersediaan air dan risiko kelangkaan air dinilai dengan menggunakan HEC-HMS. Kalibrasi dan validasi juga dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara data debit di lapangan (terukur) dengan hasil perhitungan menggunakan HEC-HMS (terhitung). Hasil perhitungan debit andalan Sungai Citarum Hulu yang mengacu pada SNI 6738-2015, diperoleh debit andalan Sungai Citarum Hulu Q80 sebesar 2,3 m3/detik, Q90 sebesar 1,52 m3/detik dan Q95 sebesar 1,1 m3/detik. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam optimalisasi daya dukung dan pengelolaan sumber daya air di wilayah Sub DAS Cirasea. Hasilnya juga dapat digunakan untuk membantu menentukan strategi dan perencanaan pengelolaan sumber daya air yang akan datang.The phenomena that often occur in the Cirasea Sub-DAS are floods in the rainy season and droughts in the dry season. Climate change, land use changes, population growth and industrialization have put significant pressure on the availability of water resources in the Cirasea Sub-DAS. The purpose of this study is to gain a better understanding of water resources and their management in the area. The research method used in this study is descriptive with a quantitative approach. Water availability is calculated using the HEC-HMS simulation and water needs are calculated using the formula approach published by the Ministry of Environment, 2014. A comprehensive analysis of water availability and the risk of water scarcity is assessed using HEC-HMS. Calibration and validation are also carried out to determine the suitability between field discharge data (measured) and the calculation results using HEC-HMS (calculated). The calculation results of the mainstay discharge of the Upper Citarum River referring to SNI 6738-2015, obtained the mainstay discharge of the Upper Citarum River Q80 of 2.3 m3/second, Q90 of 1.52 m3/second and Q95 of 1.1 m3/second. This research can provide a significant contribution in optimizing the carrying capacity and management of water resources in the Cirasea Sub-DAS area. The results can also be used to help determine strategies and planning for future water resource management.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fitria, D., Syafrudin, & Sarminingsih, A. (2025). The Penilaian Sumber Daya Air (Water Resources Assessment) Sub DAS Cirasea, Kabupaten Bandung. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(8), 20–32. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i8.11801

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free