Abstract
Penelitian dilakukan di Desa Towara, Kecamatan Petasia timur, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah. dengan luas daerah penelitian ±17 ha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey geologi, logging bor dan analisis petrografi. Satuan geomorfologi pada lokasi penelitian ini adalah Antropogenik dengan kemiringan lereng landau - curam (slope 10°-30°) dan kemiringan lereng curam - sangat curam (slope 30⁰-60⁰). Litologi yang berada pada lokasi ini ialah satuan peridotite terserpentinisasi dan Harsburgit terserpentinisasi. Profil nikel laterit terdiri dari top soil, zona limonite, zona saprolite dan bedrock. Top soil disusun oleh material lepas berukuran pasir-lempung yang umumnya berwarna kehitaman dengan kandungan organik yang tinggi dan oksida besi berupa tanah. Ketebalan tanah tutupan berkisar 1 meter sampai dengan. 2 meter dan umumnya tidak mengandung nikel yang berarti. Zona limonit umumnya berwarna coklat kehitaman dan mengandung hematit dan goethite bersama sejumlah unsur seperti alumunium, mangan dan kromium. Ketebalan 3 meter sampai dengan 7 meter. Zona saprolit umumnya pada daerah penelitian memiliki ketebalan rata-rata 3 – 6 meter, mulai terdapat variasi warna yaitu coklat muda, hijau muda, abu-abu, dan kuning. Bedrock merupakan bagian terbawah dari profil Nikel Laterit, terdiri dari bongkah-bongka batuan dasar dengan ukuran > 60 cm.
Cite
CITATION STYLE
Natua, M. R. A. R., Permana, A. P., & Zainuri, A. (2024). Karakteristik Nikel Laterit di Blok Lara, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 12(3), 419–425. https://doi.org/10.23887/jjpg.v12i3.77064
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.