Abstract
Batak Toba adalah salah satu kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan. Akan tetapi budaya Batak Toba sudah mulai dilupakan oleh generasi muda, baik itu keturunan asli Batak maupun non Batak. Banyak keturunan Batak Toba, khususnya yang merantau sudah meninggalkan dan melupakan adat-istiadatnya sehingga kurang mengetahui dan tidak bisa mempraktekan budayanya sendiri. Ditambah pada zaman sekarang ini banyak generasi muda Indonesia yang lebih menyukai budaya asing dibandingkan budayanya sendiri. Oleh sebab itu, media yang tepat untuk memperkenalkan budaya Batak Toba adalah video animasi, karena animasi sedang digemari dan menjadi tren, terlihat dari banyaknya animasi yang bermunculan di media sosial saat ini. Dalam melakukan perancangan animasi pengenalan budaya Batak Toba, metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data-data diperoleh melalui studi pustaka, wawancara dan dokumentasi. Video animasi pengenalan budaya Batak Toba ini berjudul “Boru Hasian” dengan visual vektor, dua dimensi, berdurasi ± 2 menit. Animasi “Boru Hasian” kemudian dipublikasikan melalui media sosial Instagram dan Youtube.
Cite
CITATION STYLE
Gultom, E. A., Rahmadianto, S. A., & Nugroho, D. P. (2023). Perancangan Animasi untuk Memperkenalkan Budaya Batak Toba bagi Generasi Muda. Citradirga - Jurnal Desain Komunikasi Visual Dan Intermedia, 3(02), 65–73. https://doi.org/10.33479/cd.v3i02.680
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.