Abstract
The growth of regional development activities in Indonesia has recently begun to grow very rapidly, especially in land use that has begun to be converted. Sukabumi city is one of the cities in Indonesia with continuous development. The NDBI method is a way to detect the index variable of built-up land. In 2018, it shows that the Sukabumi city area is dominated by non-built-up land, which is 3561.17 ha and the smallest is very dense settlements, which is 1.08 ha. In 2023, it is dominated by undeveloped land with an area of 3562.84 ha and the smallest area in very dense settlements with an area of about 0.3 ha only. undeveloped land has an additional land area of 0.02% or 1.67 ha. An increase also occurred in settlements with a sparse density of 1.12% or 28.43 ha. Settlements with a tight density have an inverse trend from the previous 2 classifications, decreasing by 44.78% or 29.34 ha. Then in settlements with very dense density, it has a downward trend of 57.06% or 0.78 ha. This is a fairly good trend, where there is an increase in undeveloped areas and a reduction in land with a tight and very tight density.Perkembangan dari kegiatan pembangunan suatu wilayah di Indonesia akhir – akhir ini mulai berkembang dengan sangat pesat, khususnya pada penggunaan lahan yang mulai dikonversi penggunaannya. Kota Sukabumi menjadi salah satu kota yang berada di Indonesia dengan perkembangan pembangunan yang terus berkelanjutan. Metode NDBI merupakan cara untuk mendeteksi variabel indeks dari lahan yang terbangun. pada tahun 2018 menunjukkan bahwa wilayah kota sukabumi dominan pada wilayah bukan lahan terbangun, yaitu seluas 3561,17 ha dan terkecil pada permukiman yang sangat rapat yakni seluas 1,08 ha. Pada tahun 2023, didominasi oleh lahan tidak terbangun dengan luasan 3562,84 ha serta luasan terkecil pada lahan permukiman yang sangat padat dengan luasan sekitar 0,3 ha saja. lahan tidak terbangun memiliki penambahan lahan sebesar 0,02% atau 1,67 ha. Kenaikan juga terjadi pada permukiman dengan kepadatan yang jarang yaitu sebesar 1,12% atau 28,43 ha. Permukiman dengan kepadatan yang rapat memiliki tren yang terbalik dari 2 klasifikasi sebelumnya, yaitu menurun sebesar 44,78% atau 29,34 ha. Lalu pada permukiman dengan kepadatan yang sangat rapat, memiliki tren penurunan, yaitu sebesar 57,06% atau 0,78 ha. Hal ini merupakan tren yang cukup baik, Dimana terjadi penambahan wilayah yang tidak terbangun dan pengurangan pada lahan dengan kepadatan yang rapat dan sangat rapat.
Cite
CITATION STYLE
Muhammad, D., & Mataburu, I. B. (2024). Pemetaan kerapatan bangunan pada tahun 2018 dan 2023 menggunakan Normalized Difference Built-Up Index (NDBI) di Kota Sukabumi. Jurnal Sains Geografi, 2(1), 31–40. https://doi.org/10.21009/jsg.v2i1.06
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.