Hubungan Kadar Feritin Serum dengan Fungsi Kognitif Berdasarkan Pemeriksaan Status Mini-Mental (MMSE) pada Penyandang Thalassemia Anak

  • Ma’ani F
  • Fadlyana E
  • Rahayuningsih S
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar belakang. Penyandang thalassemia yang mendapat transfusi rutin tanpa kelasi besi yang optimal dapat menyebabkankelebihan besi yang memicu stres oksidatif dan dapat mempercepat proses degenerasi di otak.Tujuan. Menentukan hubungan kadar feritin serum dengan fungsi kognitif.Metode. Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang terhadap 95 penyandang thalassemia anak berusia di atas 10 tahunpada bulan April sampai Mei 2015. Pemilihan subjek dilakukan secara consecutive sampling. Fungsi kognitif dinilai berdasarkan tesmini mental state examination (MMSE). Kadar feritin serum dan faktor lain yang berhubungan dengan fungsi kognitif dianalisismenggunakan multipel regresi.Hasil. Subjek penelitian terdiri dari 95 anak, anak laki-laki 46 orang (48,4%) dan anak perempuan 49 orang 51,6%. Rerata(SB)kadar feritin serum 4355,9 (2149) μg/L. Berdasarkan pemeriksaan MMSE didapatkan rerata(sb) skor 29,6 (3,9). Terdapat hubunganantara feritin serum dan fungsi kognitif (p=0,040). Faktor lain yang berhubungan adalah pendidikan anak, pendidikan ibu danfrekuensi transfusi.Kesimpulan. Kadar feritin serum berhubungan dengan skor MMSE.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ma’ani, F., Fadlyana, E., & Rahayuningsih, S. E. (2016). Hubungan Kadar Feritin Serum dengan Fungsi Kognitif Berdasarkan Pemeriksaan Status Mini-Mental (MMSE) pada Penyandang Thalassemia Anak. Sari Pediatri, 17(3), 163. https://doi.org/10.14238/sp17.3.2015.163-8

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free