Abstract
Sungai Paron merupakan salah satu sungai yang berada di Kota Batu dan masuk ke dalam wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Sungai ini mengalir melewati permukiman penduduk, pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Adanya aktivitas masyarakat di sekitar Sungai Paron, menjadi sumber utama pencemaran sampah plastik yang banyak ditemukan dan tersebar di wilayah Sungai Paron. Sampah plastik tersebut akan mengalami proses degradasi plastik menjadi mikroplastik yang berukuran kurang dari 5 mm. Mikroplastik yang tertelan oleh organisme kecil, akan mempengaruhi predator tingkat trofik tertinggi dalam piramida makanan. Penelitian ini berfokus pada pencemaran mikroplastik yang berasal dari aktivitas penduduk di Sekitar Sungai Paron. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kondisi lingkungan perairan Sungai Paron, serta jenis dan kelimpahan mikroplastik yang didapatkan pada air dan sedimen. Tempat pengambilan sampel terbagi atas 5 stasiun, dengan tata guna lahan yang berbeda, yaitu permukiman penduduk, pertanian, peternakan, dan pariwisata. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, dimana penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali pada tiap titik lokasi penelitian. Pengukuran parameter lingkungan yang dilakukan meliputi (suhu, pH, DO, TSS, TDS, Kecepatan Arus) dan dibandingkan dengan status mutu air berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan software Microsoft Excel. Hasil analisis mikroplastik didapatkan 4 jenis mikroplastik pada air dan sedimen, yaitu jenis film, fragmen, fiber, dan pellet. Mikroplastik memiliki warna merah, hitam, biru, coklat, bening, dan ungu. Kelimpahan mikroplastik yang ditemukan di air berkisar 3.000-66,67 partikel/m3 . Kelimpahan mikroplastik di sedimen berkisar 3.666-100 partikel/kg. Hasil parameter lingkungan kecepatan arus 0.29-3.20 m/detik (arus sedang dan cepat); suhu 20.7-27 oC (suhu rendah); TSS 2-135 mg/L (melampaui); TDS 159-187 mg/L (tidak melampaui); (pH) 5.63-6.12; (DO 2.7-9.2 mg/L. Kesimpulan yang diperoleh yaitu hasil pengukuran parameter lingkungan, Sungai Paron masuk dalam kategori melebihi ambang batas kelas I. Jenis mikroplastik yang mendominasi adalah fragmen dan film. Kelimpahan mikroplastik yang ditemukan pada air, jenis film sebanyak 3.000 partikel/m3 dan jenis fragmen 2.533 partikel/m3 , sedangkan kelimpahan pada sedimen fragmen sebanyak 3.666 partikel/kg dan jenis film 100 partikel/kg. Kelimpahan jenis fragmen sumbernya berasal dari botol air mineral, dan potongan pipa paralon, dan jenis film sumbernya berasal dari hasil fragmentasi kantong plastik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bagi masyarakat Desa Sidomulyo dapat melakukan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta meningkatkan sistem pengolahan limbah yang baik, untuk mengurangi dampak mikroplastik bagi kesehatan manusia dan lingkungannya. Pemerintah Kecamatan Bumiaji diharapkan bekerja sama dengan Dinas PUPR Kota Batu untuk melakukan pengendalian mikroplastik yang di fokuskan pada pengurangan dari sumbernya.
Cite
CITATION STYLE
Ulufi, A. L. (2023). Analisis Pencemaran Mikroplastik Pada Air Dan Sedimen Di Sungai Paron, Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur. Water and Marine Pollution Journal: PoluSea, 1(2). https://doi.org/10.21776/ub.polusea.2023.001.02.4
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.