Abstract
Permasalahan sampah menjadi isu global dengan semakin menumpuknya limbah sampah di seluruh dunia. Indonesia bahkan disebut-sebut menjadi penyumbang sampah terbesar nomor dua di dunia. Kota Bengkulu juga mengalami darurat sampah. Sampah dapat ditemukan di mana: di pinggir-pinggir jalan, di sepanjang aliran pantai, bahkan di sudut-sudut fasilitas umum lainnya. Untuk itu, perlu dilakukan penyuluhan mengenai pembuatan ecobrick sebagai alternatif penggunaan kembali sampah supaya masalah sampah ini teratasi. Disisi lain, ecobrick juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan alternatif pemasukan tambahan keluarga. Ecobrick dapat dijadikan kursi, meja, bahkan bahan baku pembuatan dinding. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertempat di Kelurahan Kebun Keling Kota Bengkulu pada periode April-Juni 2021. Metode pelatihan dilakukan dengan penyampaian teori, diskusi dan tanya jawab, dilanjutkan dengan praktek dan pendampingan. PKM ini berhasil menarik minat masyarakat membuat ecobrick untuk meminimalisasi tumpukan sampah sekaligus memanfaatkannya sebagai pemasukan rumah tangga.
Cite
CITATION STYLE
Pasaribu, E., Ekaputri, R. A., & Yefriza, Y. (2022). Peluang Usaha Ecobrick sebagai Upaya Pengurangan Sampah Plastik. Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming, 5(3), 518–524. https://doi.org/10.30591/japhb.v5i3.3277
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.