Abstract
Indonesia dan Malaysia termasuk pada dua negara yang berada pada keanggotaan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam Indonesia Malaysia dan Singapura) yang menerapkan kriteria terbaru kalender hijriah yaitu minimal ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dua negara ini memiliki kriteria dan karasteristik yang sama dalam pengamalan hisab rukyat sehingga diperlukan kajian untuk melihat upaya optimalisasinya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep dan desain Pos Observasi Bulan (POB) yang ada di Indonesia dan Malaysia serta menemukan optimalisasi fungsi POB sebagai bentuk layanan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan komparasi untuk menjelaskan konsep dan desain masing-masing Pos Observasi Bulan serta menemukan langkah optimalisasi yang dilakukan. Hasil penelitian menyimpulkan, pertama, konsep dan desain POB Indonesia baru focus pada pengamatan sedangkan Malaysia khususnya Pusat Falak Alkhawarizmi Malaka mempunyai 3 fungsi yaitu sebagai edukasi, penelitian, dan aspek wisata. Kedua, optimasi parameter pengamatan Bulan mencakup dua kriteria sebaagai pertimbangan lokasi rukyat ideal yaitu kondisi ufuk dan langit dan faktor pendukung pemilihan tempat.
Cite
CITATION STYLE
Budiwati, A. (2022). Optimalisasi Pos Observasi Bulan di Indonesia dan Malaysia sebagai Layanan Masyarakat. Jurnal Bimas Islam, 15(1), 131–154. https://doi.org/10.37302/jbi.v15i1.558
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.