Abstract
Pelayanan Rawat Inap adalah salah satu pelayanan yang diselenggarakan oleh rumah sakit. Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama Kabupaten Tasikmalaya memiliki 7 (tujuh) ruangan rawat inap yaitu ruangan Shofa, Marwah, Madinah, Arafah, Mina, Perinatologi dan ICU. Tidak efisiennya pelayanan rawat inap pada tahun 2015 dan penambahan tempat tidur disetiap ruangan pada tahun 2016, menjadi latar belakang dilakukannya analisis efisiensi penggunaan tempat tidur berdasarkan ruangan dengan cara menghitung indikator BOR, LOS, TOI dan BTO dan digambarkan melalui grafik Barber Johnson sebagai bahan evaluasi dan perencanaan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan tempat tidur berdasarkan indikator Depkes dan Barber Johnson di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama Kabupaten Tasikmalaya Triwulan 1 Tahun 2016. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan populasi jumlah sensus harian rawat inap triwulan 1 (satu) tahun 2016 berjumlah 637 formulir. Hasil penelitian menunjukan bahwa hanya ada 1 (satu) ruangan yang sudah efisien yaitu ruangan madinah dengan BOR=79,93%, LOS=4,62 hari, TOI=1,16 hari, BTO=17,55 kali. Ruangan yang belum mencapai efisien dipengaruhi oleh angka BOR. Dari semua ruangan yang belum mencapai efisien, hanya BOR ruang Mina yang melebihi standar (86,06 %) dan sisanya masih dibawah standar efisiensi 75% - 85% (standar Barber Johnson). Oleh karena itu, perlu dilakukan realokasi tempat tidur berdasarkan jumlah kunjungan pasien.
Cite
CITATION STYLE
. V. R., & . E. T. (2016). ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR PER RUANGAN BERDASARKAN INDIKATOR DEPKES DAN BARBER JOHNSON DI RUMAH SAKIT SINGAPARNA MEDIKA CITRA UTAMA KABUPATEN TASIKMALAYA TRIWULAN 1 TAHUN 2016. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 4(1). https://doi.org/10.33560/.v4i2.130
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.