Abstract
Empati merupakan kemampuan seseorang untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Sedangkan Perilaku prososial merupakan suatu tindakan yang menguntungkan orang lain tetapi tidak memberikan keuntungan yang nyata bagi yang melakukan tindakan tersebut. Hasil penelitian sebelumnya mengatakan bahwa anak-anak di Indonesia masih memiliki empati yang rendah. Begitu pula dengan perilaku prososial. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pelatihan empati dan perilaku prososial dirasa penting untuk diberikan kepada anak-anak. Pelatihan empati dan perilaku prososial ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya empati dan perilaku prososial pada anak-anak. Pelatihan ini diadakan di kawasan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Villa Anggrek. Pelatihan empati dan perilaku prososial yang dilakukan menggunakan beberapa metode, yaitu metode ceramah, diskusi, question-answer panel, role playing, story telling, games, dan video. Hasil dari pelatihan empati menunjukkan bahwa anak-anak telah mengetahui dan memahami mengenai pentingnya tiga aspek empati yaitu, bersikap hangat, peduli, dan kasihan terhadap teman-temannya. Namun pada aspek kelembutan, hasil pelatihan tidak menunjukkan bahwa anak sudah mengerti mengenai pentingnya bersikap lembut terhadap temantemannya. Hasil dari pelatihan perilaku prososial menunjukkan bahwa anak-anak telah mengetahui dan memahami mengenai pentingnya lima aspek perilaku prososial,yaitu berbagi, bekerja sama, menolong, jujur, dan berderma.
Cite
CITATION STYLE
Arniansyah, A., Nadhilla, N., Permatasari, R. E., Milani, T., & Putri, Y. W. A. (2018). PELATIHAN EMPATI DAN PERILAKU PROSOSIAL PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI RPTRA ANGGREK BINTARO. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 2(1), 432–439. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v2i1.2064
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.