Abstract
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berusaha mendeskripsikan proses pelaksanaan Tarian Ma’atenu di Desa Pelauw ditinjau dari Aqidah Islam. Dalam penelitian ini, menggunakan metode yang lazim digunakan dalam penelian kualitatif yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Ma’atenu atau disebut juga cakalele adat adalah ritual perang khas masyarakat Hatuhaha di pulau Haruku Maluku Tengah. Pelaksanaan Upacara tarian Ma’atenu dilaksanakan satu kali dalam tiga tahun, dan makna yang terkandung dalam upacara ini adalah makna Agama, makna adat dan makna sosial. Tarian Ma’atenu perlu dilestarikan dan dipertahankan keutuhannya sebagai tradisi kesenian yang bernuansa Islam dan perlu diwarisi kepada generasi berikutnya.
Cite
CITATION STYLE
Sakka, L. (2016). TARIAN MA’ATENU DI PULAU HARUKU KABUPATEN MALUKU TENGAH. Al-Qalam, 21(2), 291. https://doi.org/10.31969/alq.v21i2.232
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.