Abstract
Kemampuan spasial merupakan prediktor penting dalam keberhasilan pembelajaran STEM, khususnya mata kuliahgeometri analitik ruang yang memerlukan visualisasi tiga dimensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis profilkemampuan spasial mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah geometri analitik ruang.Metode penelitian menggunakan desain mixed-method dengan melibatkan 15 mahasiswa semester 5 Program StudiPendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Tangerang yang dipilih secara random sampling. Instrumenberupa tes kemampuan spasial 15 soal pilihan ganda yang mencakup visualisasi spasial, orientasi spasial, dan relasispasial. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan coding kualitatif strategi penyelesaian mahasiswa. Hasilmenunjukkan kemampuan spasial kategori sedang dengan rata-rata 9,07/15 (60,4%). Analisis per aspek mengungkaporientasi spasial unggul (64%), visualisasi spasial (61,3%), dan relasi spasial terlemah (54,7%). Temuanmengindikasikan perlunya pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan metode visual dan analitis sertaintervensi khusus untuk mengatasi miskonsepsi pada konsep irisan bidang dan polarisasi ekstrem tingkat kesulitansoal. Kontribusi penelitian memberikan baseline profil kemampuan spasial calon guru matematika dan implikasi desainpembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan visual-analitis untuk mengembangkan kemampuan spasial secaraoptimal.Spatial ability is an important predictor of the success of STEM learning, especially in spatial analytical geometrycourses that require three-dimensional visualization. This study aims to analyze the profile of spatial ability ofprospective mathematics teacher students in solving spatial analytical geometry problems. The research method useda mixed-method design involving 15 5th semester students of the Mathematics Education Study Program,Muhammadiyah University of Tangerang who were selected by random sampling. The instrument was a spatial abilitytest of 15 multiple-choice questions covering spatial visualization, spatial orientation, and spatial relations. Data wereanalyzed using descriptive statistics and qualitative coding of student solving strategies. The results showed that spatialability was in the moderate category with an average of 9.07/15 (60.4%). Analysis per aspect revealed superior spatialorientation (64%), spatial visualization (61.3%), and the weakest spatial relations (54.7%). The findings indicate theneed for a learning approach that integrates visual and analytical methods and specific interventions to overcomemisconceptions on the concept of plane intersection and extreme polarization of problem difficulty levels. Thecontribution of the study provides a baseline profile of prospective mathematics teacher spatial ability and implicationsfor learning design that integrates a visual-analytical approach to develop spatial ability optimally
Cite
CITATION STYLE
Safitri, P. T., Purbaningrum, K. A., & Nopitasari, D. (2025). Arsitek Pemahaman Ruang: Studi Profil Kemampuan Spasial Mahasiswa Calon Guru Matematika untuk Mengembangkan Pedagogi Geometri Analitik Ruang yang Efektif. International Journal of Progressive Mathematics Education, 5(1), 175–192. https://doi.org/10.22236/ijopme.v5i1.19092
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.