Abstract
Tindakan "trial by the press" dalam sistem hukum merupakan kaedah yang bertentangan. Asas presumption of innocence sebagai fundamental principle menegaskan bahwa seseorang dianggap tidak bersalah hingga terbukti sebaliknya oleh proses hukum yang adil dan berkeadilan yang dalam praktiknya, tindakan trial by the press cenderung memengaruhi opini publik dan mengkondisikan masyarakat untuk menganggap seseorang bersalah sebelum proses peradilan selesai. Dampak tindakan trial by the press terhadap pelaku tindak pidana korupsi dalam perspektif hukum berupaya mengevaluasi bagaimana pemberitaan media massa yang tidak berimbang dapat mempengaruhi hak-hak pelaku tindak pidana korupsi untuk mendapatkan proses peradilan yang adil sedangkan dari perspektif sosial, penelitian ini mengkaji bagaimana stigmatisasi dan tekanan publik dapat mempengaruhi kehidupan pribadi dan profesional pelaku tindak pidana korupsi, bahkan sebelum terbukti bersalah. Hasil penelitian ini mempertimbangkan berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh sistem hukum dan media massa untuk memastikan bahwa asas presumption of innocence tetap terjaga, sementara tetap menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam kasus-kasus korupsi dengan menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang berimbang dan profesional dalam meliput setiap kasus.
Cite
CITATION STYLE
Zukriadi, D., & Lebang, Moh. A. S. (2023). EKSISTENSI ASAS PRESUMPTION OF INNOCENCE TERKAIT TINDAKAN TRIAL BY THE PRESS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI. Jurnal Cahaya Keadilan, 11(02), 37–52. https://doi.org/10.33884/jck.v11i02.8172
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.