Abstract
This study aims to analysis the perceptions of social studies teachers in implementing the Merdeka Belajar curriculum in public junior high schools in Sukun sub-district, Malang City, namely (SMP Negeri 12 Malang, SMP Negeri 15 Malang, and SMP Negeri 17 Malang). This research is field research with a descriptive qualitative approach. Sources of data from this study are 3 principles, 3 waka curriculum, 3 social studies teachers and 3 students. Data collection techniques in this study were conducted by observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques in this study used data reduction, data presentation, and storage and verification. The results also explain the importance of intensive socialization to all parties in the education unit level, so that the implementation of the curriculum can be done well in accordance with expectations. In addition, the perception of social studies teachers has several indicators in the implementation of the independent learning curriculum, including: teacher understanding of the independent curriculum, curriculum content reduction, constructivism learning, teacher teaching experience, and teacher educational background. In the implementation of the Merdeka Belajar curriculum, there are several factors that become obstacles, namely, the lack of socialization of the independent learning curriculum, teachers who are inexperienced in using technology, teachers who are comfortable with old learning, limited references, and lack of facilities and infrastructure. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Persepsi Guru Bidang Studi IPS Dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar Di SMP Negeri Se Kecamatan Sukun Kota Malang yaitu (SMP Negeri 12 Malang, SMP Negeri 15 Malang, dan SMP Negeri 17 Malang). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dari penelitian ini ada 3 orang kepala sekolah, 3 orang waka kurikulum, 3 orang guru IPS dan 3 orang siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penyimpanan serta verifikasi. Hasil penelitian juga menjelaskan tentang pentingnya sosialisasi secara intensif kepada semua piha yang ada di tingkat satuan pendidikan, sehingga pelaksanaan kurikulum dapat dilakukan secara baik sesuai dengan harapan. Selain itu juga persepsi guru IPS memiliki beberapa indikator dalam pelaksanaan kurikulum merdeka belajar antara lain: pemahaman guru terhadap kurikulum merdeka, pengurangan konten kurikulum, pembelajaran konstruktivisme, pengalaman mengajar guru, dan latar belakang pendidikan guru. Pada pelaksanaan kurikulum Merdeka belajar ada beberapa faktor yang menjadi hambatannya yaitu, kurangnya sosialisasi tentang kurikulum merdeka belajar, guru yang belum berpengalaman dalam penggunaan teknologi, guru sudah nyaman dengan pembelajaran yang lama, dan keterbatasan referensi, sehingga sangat diperlukan sosialisasi dan pelatihan untuk guru yang berkaitan dengan pengimplementasian dalam pelaksanaan kurikulum merdeka belajar. Sedangkan dalam kurikulum merdeka belajar guru dituntut untuk kreatif, inovatif, serta mampu menyesuaikan diri dengan keadaan zaman yang semakin canggih sehingga mampu menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan. Maka dari itu kesiapan guru IPS sangat dibutuhkan dalam menghadapi pelaksanaan kurikulum merdeka belajar.
Cite
CITATION STYLE
Nunes, N. G., Kaluge, L., & Putra, D. F. (2024). PERSEPSI GURU BIDANG STUDI IPS DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR. Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 3(1), 50–56. https://doi.org/10.18860/dsjpips.v3i1.7051
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.