Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat self-determination theory siswa dalam pembelajaran matematika berdasarkan tiga indikator utama: otonomi, kompetensi, dan keterhubungan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat kecemasan matematika di kalangan siswa Indonesia, sebagaimana ditunjukkan oleh data PISA 2022, serta rendahnya motivasi intrinsik dalam belajar matematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan 47 siswa kelas VIII di salah satu SMP di Bekasi. Instrumen penelitian berupa angket self-determination theory, observasi, dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat self-determination theory yang baik, dengan persentase rata-rata keseluruhan sebesar 76%. Secara rinci, indikator otonomi (autonomy) memperoleh skor 81%, kompetensi (competence) 71%, dan keterhubungan (relatedness) 75%. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa mampu mengatur diri, meningkatkan kemampuan secara mandiri, serta menjalin hubungan yang positif selama proses pembelajaran matematika. Penelitian ini menyarankan agar guru mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat memperkuat motivasi intrinsik siswa dengan menekankan aspek otonomi, kompetensi, dan keterhubungan, guna meningkatkan ketahanan belajar dan prestasi akademik siswa pada pembelajaran matematika.
Cite
CITATION STYLE
Ihsani, A. S., & Rikayanti, R. (2025). ANALISIS SELF-DETERMINATION THEORY SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA. Laplace : Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 328–337. https://doi.org/10.31537/laplace.v8i1.2416
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.