Abstract
Anak-anak dengan Cerebral Palsy (CP) memiliki kelainan pada vital signs, salah satunya terjadi peningkatan denyut nadi pada saat istirahat. Peningkatan denyut nadi ini dikaitkan dengan peningkatan tingkat disabilitas motorik, yang berlaku untuk anak-anak yang tidak bisa berjalan dan diklasifikasikan Gross Motor Function Classification System (GMFCS) level IV dan V. Namun, fungsi sistem saraf otonom pada anak-anak CP belum dieksplorasi secara mendalam dan memadai. Sistem saraf otonom berfungsi untuk mempertahankan homeostasis dan mengatur berbagai fungsi otomatis tubuh, termasuk suhu, denyut nadi, tekanan darah, dan pencernaan. Standing frame exercise berfungsi untuk megelola Orthostatic Hypotension (OH) dan meningkatkan fungsi sistem kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh standing frame exercise terhadap denyut nadi pada anak CP GMFCS IV-V. Jenis penelitian Quasy Experimental dengan menggunakan Two Pre-Test and Post-Test with Control Group Design. Sampel berjumlah 12 responden dibagi rata menjadi dua kelompok perlakuan terapi konvensional (berupa massage) dengan standing frame exercise dan kelompok kontrol terapi konvensional saja. Frekuensi 3 kali seminggu. Instrumen pengukuran menggunakan pulse oxymeter. Hasil uji statistik Paired Sample t-Test pada kelompok perlakuan diperoleh p-value 0,006 dan pada kelompok kontrol diperoleh 0,044. Kesimpulannya terdapat pengaruh standing frame exercise terhadap denyut nadi pada anak CP.
Cite
CITATION STYLE
Mardliyah, N., & Widodo, A. (2021). Pengaruh Standing Frame Exercise terhadap Denyut Nadi pada Anak Cerebral Palsy. Jurnal Health Sains, 2(10), 1329–1335. https://doi.org/10.46799/jhs.v2i10.302
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.