Potensi Efek Terapeutik Propolis sebagai Pencegahan dan Pendukung Terapi Penyakit Jantung Koroner

  • Kadek Desi Lasminiati
  • Rini Noviyani
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penyakit jantung koroner adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penyakit ini terjadi karena adanya penyempitan atau penyumbatan arteri koroner akibat proses aterosklerosis. Aterosklerosis dimulai dengan disfungsi endotel yang memungkinkan lemak, kolesterol, sel darah putih, dan zat lainnya untuk menumpuk di area yang mengalami peradangan dan terbentuknya plak ateroma. Pecahnya plak dapat menyebabkan oklusi lumen subtotal atau total yang berkembang menjadi sindrom koroner akut. Literatur menunjukkan adanya peningkatan penggunaan nutrasetikal dalam perlindungan dan manajemen jantung, salah satunya propolis. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui efek terapeutik dari propolis dalam mencegah dan mendukung terapi penyakit jantung koroner. Metode yang digunakan adalah studi literatur berdasarkan artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional dari tiga database, seperti ScienceDirect, Pubmed, dan Google Scholar yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu sebanyak 17 artikel ilmiah. Hasil studi menunjukkan bahwa propolis memiliki efek terapeutik sebagai antiaterosklerosis, antiinflamasi, antioksidan, perbaikan fungsi endotel, antihipertensi, antiobesitas, dan mengatur profil lipid. Propolis juga mengurangi stress oksidatif sehingga dapat mencegah perkembangan aterosklerosis dan memberikan perlindungan terhadap disfungsi endotel.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kadek Desi Lasminiati, & Rini Noviyani. (2023). Potensi Efek Terapeutik Propolis sebagai Pencegahan dan Pendukung Terapi Penyakit Jantung Koroner. Prosiding Workshop Dan Seminar Nasional Farmasi, 2, 676–689. https://doi.org/10.24843/wsnf.2022.v02.p54

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free