Abstract
Literasi berperan penting sebagai fondasi perkembangan masyarakat, karena menjadi “literat” merupakan modal untuk memberdayakan individu, keluarga, dan komunitas dalam meningkatkan kualitas hidup. Namun, tantangan berupa rendahnya minat baca di sebagian masyarakat masih menjadi kendala dalam penguatan budaya literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap motivasi anggota Klub Maara Baca di Kabupaten Jember dan kontribusinya terhadap budaya literasi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan anggota klub. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klub Maara Baca yang didirikan pada November 2023 menjadi wadah membaca bersama yang mendukung kebiasaan literasi individu dan membangun jejaring sosial yang bermakna. Motivasi anggota untuk bergabung mencakup motivasi intrinsik yaitu hobi membaca dan keinginan meningkatkan wawasan, serta motivasi ekstrinsik yaitu pengaruh media sosial dan kebutuhan untuk berinteraksi dengan teman baru. Klub ini berkontribusi terhadap penguatan budaya literasi lokal melalui pendekatan inklusif dan fleksibel, seperti kegiatan membaca senyap (silent reading) dan tantangan baca (reading challenge). Selain itu, penggunaan nama Maara Baca yang berasal dari bahasa Madura mencerminkan identitas lokal Jember sekaligus memperkuat relevansi budaya dalam aktivitas literasi. Dengan pendekatan yang inklusif dan mendukung berbagai kalangan, Maara Baca mampu meningkatkan partisipasi dalam literasi masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya komunitas berbasis budaya lokal dalam mendukung pengembangan budaya literasi secara kolektif.
Cite
CITATION STYLE
Hapsari, M. P. (2026). Motivasi Anggota Klub Maara Baca: Analisis Budaya Literasi Lokal di Kabupaten Jember. NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Dan Keagamaan Islam, 23(1), 184–198. https://doi.org/10.19105/nuansa.v23i1.18739
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.