WISATA ALAM LIAR

  • Bella D
  • Liauw F
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Jakarta sebagai kota Metropolitan dengan penduduk mencapai 10.37 juta jiwa pada tahun 2017 telah menggusur keberanekaragaman flora dan faunanya. Hal ini terbukti dari hilangnya salah satu Maskot DKI Jakarta yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur No. 1796 Tahun 1989 yaitu Elang Bondol dari langit Jakarta. Hilangnya species ini disebabkan karena penggusuran habitat, terputusnya rantai makanan dan kurangnya pengertian dimana pada dasarnya manusia merupakan bagian dari alam yang harusnya segala kegiatannya berkesinambungan dengan alamnya. Proyek “Urban Wildlife Park (Wisata Alam Liar)” selain bermaksud untuk mengembalikan identitas kota Jakarta, juga membuka kesempatan untuk membuat lingkungan buatan yang tidak hanya digunakan untuk manusia seperti pada umumnya, namun dapat bersinergi dengan spesies lain yang berada didalamnya. Sehingga arsitektur dapat berkonstribusi kepada alam dan berkembang ke arah berkelanjutan, serta dapat menambahkan persentase ruang terbuka hijau seperti yang ditetapkan oleh Pemprov DKI (Luas Ruang Terbuka Hijau Jakarta baru mencapai 9,98% dari target 30% total luas wilayah DKI Jakarta).

Cite

CITATION STYLE

APA

Bella, D., & Liauw, F. (2019). WISATA ALAM LIAR. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 1(1), 98. https://doi.org/10.24912/stupa.v1i1.3988

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free