Abstract
Masyarakat adalah pelopor, penentu kemajuan, dan kesejahteraan suatu negara dan bangsa. Oleh karena itu, pemerintah suatu negara harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat, terlebih lagi para generasi muda yang baru tumbuh di kalangan masyarakat. Para generasi muda inilah yang akan menentukan nasib bangsa dan negara di masa depan nanti, karena pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan. Negara kita yaitu Indonesia memiliki berbagai banyak keberagaman agama, budaya, dan lain sebagainya. Indonesia juga merupakan negara yang agamis, dapat terlihat di dalam ideologi bangsa yaitu Pancasila. Sila pertama berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” namun, masyarakat bangsa Indonesia mayoritas penganut agama Islam tidak dapat membaca al-Qur’an, atau dengan kata lain mereka buta huruf al-Qur’an. Sebanyak 65% dari 223 juta umat Islam tidak mampu membaca al-Qur’an, dan ini merupakan masalah serius bagi umat Islam di Indonesia. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pembinaan serta pembelajaran pada anak-anak generasi bangsa untuk membaca al-Qur’an dengan baik dan sesuai dengan ilmu tajwid. Penggunaan metode Iqro’ mengacu pada pola pendidikan “Child Centered” memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada setiap peserta didik untuk berkembang secara optimal sesuai kemampuan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an serta mengurangi angka buta huruf di Indonesia terutama di kelurahan Matangnga, kabupaten Polewali Mandar.
Cite
CITATION STYLE
Rappe, Munawwir, A., Mappasiara, Syarifuddin, E., & Hasriati. (2023). Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Menggunakan Metode Iqro’ untuk Mengurangi Angka Buta Huruf Al-Qur’an. KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 83–87. https://doi.org/10.24252/khidmah.v3i2.39910
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.