CLUSTERING KASUS PELECEHAN SEKSUAL ANAK DIBAWAH UMUR DI SULAWESI TENGGARA MENGGUNAKAN K-MEANS

  • Putra A
  • Sumiartin S
  • Salsabila A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak serius terhadap perkembangan psikologis dan fisik anak. Maraknya kasus pelecehan seksual di Sulawesi Tenggara menuntut perlunya langkahlangkah penanganan yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Sulawesi Tenggara menggunakan algoritma k-means. Dengan mengelompokkan data kasus, diharapkan dapat ditemukan pola dan karakteristik yang dapat membantu dalam penanganan dan pencegahan kasus serupa di masa depan. Dengan algoritma k-means nilai k optimal yang diperoleh adalah k=3 berdasarkan kurva Elbow Method dan mengelompokkan kasus pelecehan seksual anak menjadi tiga cluster yaitu cluster 0 dengan jumlah kabupaten 6 dimana kasus pelecehan seksual cenderung rendah, cluster 1 dengan jumlah kabupaten 3 dimana tingkat kasus pelecehan seksual tinggi, dan cluster 2 dengan jumlah kabupaten 8 dimana tingkat kasus pelecehan seksual sedang. Implementasi penelitian ini berupa aplikasi yang diharapkan dapat digunakan sebagai acuan

Cite

CITATION STYLE

APA

Putra, A., Sumiartin, S., Salsabila, A., Abdi Hayat, T., & Balani, R. (2025). CLUSTERING KASUS PELECEHAN SEKSUAL ANAK DIBAWAH UMUR DI SULAWESI TENGGARA MENGGUNAKAN K-MEANS. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 9(2), 1842–1847. https://doi.org/10.36040/jati.v9i2.12767

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free