Pengelolaan Sampah Anorganik Menjadi Nilai Rupiah Pada Generasi Muda Di Desa Jungutbatu

  • Dewi N
  • Pradhana I
N/ACitations
Citations of this article
194Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Garbage is a serious problem. From the presence of human activities plus an increase in population and economic growth, the volume of waste generation will also increase. If the waste is left unchecked, it will cause pollution to the environment. Jungutbatu Village, which is not free from problems in environmental cleanliness, especially ineffective waste management, so that the waste management carried out is from community garbage collection and public places that are collected and then transported by garbage car and immediately taken to the final disposal site (TPA). Conditions like this will worsen if the management is still ineffective and efficient and not well coordinated. Therefore, the method of activities carried out is observation and socialization. This socialization was carried out in order to educate the younger generation about the management and utilization of waste, especially inorganic waste which can be recycled and can even generate rupiah value. So that the understanding of waste management can increase, starting with the sorting and management of waste and the younger generation and the community are more aware of the importance of waste management and maintaining a clean environment. Keywords: Inorganic Waste, Waste Management, Waste UtilizationSampah menjadi permasalahan yang serius. Dari adanya aktivitas manusia ditambah peningkatan populasi dan pertumbuhan ekonomi volume timbulan sampah juga akan bertambah. Apabila sampah-sampah tersebut dibiarkan akan mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan. Desa Jungutbatu, yang tidak luput dari kebersihan lingkungan terutama pengelolaan sampah yang kurang efektif, sehingga penanganan sampah yang dilakukan adalah dari bagaimana caranya sampah masyarakat dan tempat umum yang dikumpulkan selanjutnya diangkut dengan mobil sampah dan langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA) . Kondisi seperti ini akan semakin memburuk pengelolaannya masih kurang efektif dan efisien serta tidak terkoordinasi dengan baik.Oleh karena itu metode kegiatan yang dilakukan adalah observasi dan sosialisasi. Dilakukannya sosialisasi ini guna menciptakan generasi muda tentang pengelolaan dan penggunaan sampah terutama sampah anorganik yang bisa didaur ulang bahkan bisa menghasilkan nilai rupiah. Sehingga pemahaman mengenai pengelolaan sampah lebih meningkat, mulai dari pengelolaan sampah dan menyadari pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. Kata kunci: Sampah Anorganik, Pengelolaan Sampah, Pemanfaatan Sampah

Cite

CITATION STYLE

APA

Dewi, N. P. M. Y. K., & Pradhana, I. P. D. (2022). Pengelolaan Sampah Anorganik Menjadi Nilai Rupiah Pada Generasi Muda Di Desa Jungutbatu. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 6(1), 251–257. https://doi.org/10.29407/ja.v6i1.15757

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free