Abstract
Ancaman insider menjadi tantangan serius dalam cloud publik multi-tenant, sehingga diperlukan pendekatan keamanan adaptif berbasis tata kelola. Penelitian ini mengembangkan framework tata kelola akses terintegrasi untuk mendeteksi dan memitigasi ancaman insider dengan memperhitungkan dinamika peran, konteks perilaku pengguna, dan relasi antar-tenant. Framework diimplementasikan pada lingkungan simulasi OpenStack (versi Yoga) dengan 3 tenant aktif dan 50 skenario simulasi, termasuk 10 skenario penyalahgunaan akses. Pengujian terstruktur dengan lima kali replikasi dilakukan untuk membandingkan kinerja framework terhadap RBAC dan ABAC menggunakan metrik precision, recall, F1-score, waktu tanggap, dan overhead performa. Hasil menunjukkan framework mencapai rata-rata precision sebesar 0,885, recall sebesar 0,878, dan F1-score sebesar 0,92, lebih tinggi dibandingkan RBAC (0,78) dan ABAC (0,84). Waktu tanggap rata-rata 2,3 detik dan overhead performa 6,5%, masih berada dalam ambang toleransi operasional yang dapat diterima pada platform cloud berskala besar. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan terintegrasi berbasis kepercayaan dan evaluasi kontekstual dapat meningkatkan akurasi deteksi, mengurangi kesalahan klasifikasi, dan mempertahankan efisiensi operasional. Framework yang diusulkan berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk skala produksi dan diintegrasikan dengan teknologi SIEM (Security Information and Event Management) serta SOAR (Security Orchestration, Automation, and Response) guna memperkuat keamanan cloud secara menyeluruh.
Cite
CITATION STYLE
Laksono, A. C., & Sari, B. W. (2025). PENGEMBANGAN FRAMEWORK TATA KELOLA AKSES MULTI-TENANT UNTUK MITIGASI ANCAMAN INSIDER DI CLOUD PUBLIK. Jurnal Informatika Teknologi Dan Sains (Jinteks), 7(3), 1520–1527. https://doi.org/10.51401/jinteks.v7i3.6574
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.