Karakterisasi Flavonoid Daun Kitolod dengan Metode Maserasi dan Enkapsulasi

  • Gloriana E
  • Sagita L
  • Chempro S
N/ACitations
Citations of this article
473Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Tanaman kitolod merupakan tanaman yang jarang diteliti, namun demikian tanaman ini memiliki banyak kandungan yang bermanfaat. Salah satu kandungan kitolod yang bermanfaat yakni flavonoid. Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang terdapat dalam semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan.Senyawa ini dapat larut pada pelarut polar, namun mudah terdegradasi pada suhu yang tinggi. Dalam hal ini perlu dilakukan uji karakteristik flavonoid berdasarkan kadar pelarut dan suhu ekstraksinya. Selain itu juga, dilakukan penyalutan senyawa flavonoid dengan metode enkapsulasi guna menjaga senyawa tersebut agar tidak terkontaminasi atau rusak. Ekstraksi yang dilakukan menggunakan pelarut etanol dengan kadar 50%, 60%, 70%, 80% dan 90% serta suhu ekstraksinya 30℃, 40℃, 50℃, 60℃ dan 70OC. Penyalut yang digunakan pada proses enkapsulasi adalah gula (sukrosa). Hasil yang diperoleh pengambilan ekstrak dan enkapsulasi terbaik pada suhu 70℃ dengan pelarut etanol 90% dan jumlah flavonoid yang diperoleh hasil enkapsulasi 39,5277 mg/ 10 gram.

Cite

CITATION STYLE

APA

Gloriana, E. M., Sagita, L., & Chempro, S. (2023). Karakterisasi Flavonoid Daun Kitolod dengan Metode Maserasi dan Enkapsulasi. Chempro, 2(2), 44–51. https://doi.org/10.33005/chempro.v2i02.103

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free