HERMENEUTIKA KOMUNIKATIF AMINA WADUD MUHSIN

  • WILDAN L
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tawaran Amina Wadud terhadap metode hermeneutika al-Qur’an sebagai salah satu bentuk metode penafsiran untuk memperoleh kesimpulan makna suatu teks atau ayat. Dalam kerangka hermeneutika secara umum, Amina Wadud menjelaskan, seorang mufassir harus selalu menghubungkan tiga aspek dalam melakukan interpretasi: pertama, dalam konteks apa teks itu ditulis, jika kaitannya dengan al-Qur’an, maka dalam konteks apakah ayat itu diturunkan. Kedua, Bagaimana komposisi tata bahasa teks (ayat) tersebut, bagaimana pengungkapannya, apa yang dikatakanya. Dan yang ketiga, bagaimana keseluruhan teks (ayat), weltanchaung atau pandangan hidupnya. Corak hermeneutika yang dipilih oleh Amina Wadud dielaborasi melalui kerangka tersebut, sehingga setiap ayat yang hendak ditafsirkan dianalisa disesuaikan dengan langkah-langkah tertentu. Amina Wadud menginginkan perempuan dalam Islam ditempatkan setara dengan laki-laki, dengan melihat aspek kontekstual sesuai dengan kebutuhan masyarakat Islam sekarang ini. Jika ada interpretasi tentang perempuan yang masih bias gender, maka Amina menawarkan tafsir tersebut dikaji ulang agar memiliki nilai keseimbangan antara hak laki-laki juga perempuan.

Cite

CITATION STYLE

APA

WILDAN, L. (2019). HERMENEUTIKA KOMUNIKATIF AMINA WADUD MUHSIN. Indonesian Journal of Islamic Communication, 1(2), 36–48. https://doi.org/10.35719/ijic.v1i2.53

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free