KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ANTOLOGI INDONESIA BERCERITA: KISAH-KISAH RAKYAT YANG TERLUPAKAN

  • Ramli M
  • Hidayatullah S
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kesantunan berbahasa selaras dengan norma yang berlaku dalam masyarakat yang bersifat moral, sosial, dan estetis dalam berinteraksi. Kesantunan berbahasa menjadi hal penting dalam berinteraksi di lingkungan masyarakat dan lingkungan pendidikan. Namun saat ini kesantunan berbahasa di lingkungan pendidikan cenderung diabaikan yang mengakibatkan ketidaksantunan berbahasa di lingkungan sekolah, sehingga perlu adanya pembelajaran untuk memperbaiki pola kesantunan berbahasa siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kesantunan berbahasa di dalam antologi Indonesia Bercerita: Kisah-Kisah Rakyat yang Terlupakan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi yang menyajikan bentuk kesantunan berbahasa dalam antologi Indonesia Bercerita: Kisah-Kisah Rakyat yang Terlupakan melalui dialog tokoh dalam cerita tersebut. Hasil dari penelitian ini meliputi pola kesantunan berbahasa berdasarkan teori prinsip kesantunan berbahasa Leech yang terdiri dari maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatian. Penelitian ini merekomendasikan cerita rakyat memiliki peranan penting untuk pembentukan karakter siswa dalam memperbaiki pola kesantunan berbahasa.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ramli, M. R., & Hidayatullah, S. (2023). KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ANTOLOGI INDONESIA BERCERITA: KISAH-KISAH RAKYAT YANG TERLUPAKAN. Asas: Jurnal Sastra, 12(2), 241. https://doi.org/10.24114/ajs.v12i2.49205

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free