DETEKSI KADAR ETANOL PADA MAKANAN TRADISIONAL LEMANG TAPAI MENGGUNAKAN MIKROBIAL BIOSENSOR

  • Hanifah N
  • Setiadi R
  • Yanuar Y
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Konsumsi etanol memiliki konsekuensi bagi kesehatan, dimana penentuan  etanol sangat relevan dengan uji toksikologi klinis yang mempengaruhi sistem saraf, sistem peredaran darah, sistem pencernaan sehingga perlu dideteksi. Biosensor amperometris merupakan alternatif untuk deteksi etanol dalam makanan yang diamati melalui nilai tegangan output, diperoleh dari oksigen terlarut yang tertinggal dari hasil metabolisme sel. Pada penelitian ini dilakukan deteksi etanol secara kuantitatif memanfaatkan biosensor berbasis sel ragi Saccharomyces cerevisiae untuk mengetahui kadar etanol yang terdapat pada makanan tradisional Lemang Tapai dengan nilai <5%. Larutan etanol standar dengan konsentrasi 1.2%, 2.43%, 3.64% dan 4.86% v/v sebagai kalibrasi sensor yang menunjukkan korelasi (r) yang baik yaitu 0.9937. Hasil pengukuran Lemang Tapai yang dideteksi oleh biosensor menunjukkan konsentrasi etanol 2.79%. Pengolahan data konsentrasi yang dihasilkan kemudian diuji menggunakan metode statistik Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui signifikansi perbedaan data yang dihasilkan untuk tiap konsentrasi etanol yang diuji. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap adanya etanol dalam makanan tradisional yang berbahaya ketika dikosumsi secara berlebih.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hanifah, N., Setiadi, R. N., Yanuar, Y., Rosandi, V. A., & Umar, L. (2023). DETEKSI KADAR ETANOL PADA MAKANAN TRADISIONAL LEMANG TAPAI MENGGUNAKAN MIKROBIAL BIOSENSOR. JOURNAL ONLINE OF PHYSICS, 8(3), 109–114. https://doi.org/10.22437/jop.v8i3.27517

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free