Abstract
Penelitian ini bertujuan memaparkan (a) cerita Calon Arang sebagai mitos otonomi, (b) konteks historis cerita Calon Arang, (c) tradisi otonomi “Duplang Kamal-Pandak” zaman kerajaan, dan (d) implikasi cerita Calon Arang bagi solusi konflik separatisme pada abad modern. Penelitian dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan sastra lisan. Sasaran penelitian ini adalah konsep otonomi dalam cerita “Calon Arang” dan relevansinya dengan situs sejarah Rajegwesi-Blambangan kuno di Lawang Seketheng dan situs “Duplang Kamal-Pandak” di Arjasa Jember. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode (a) dokumentasi, (b) observasi, dan (c) wawancara bebas-mendalam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode heuristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat “Calon Arang” merupakan mitos ilmu pengetahuan tentang cara mengatasi konflik separatisme di Jawa pada zaman dahulu. Situs Duplang di Arjasa Jember merupakan bukti solusi konflik yang terjadi pada zaman pemerintahan raja Airlangga dengan otonomi daerah. Pengetahuan tentang otonomi dalam cerita Calon Arang relevan untuk dipertimbangkan sebagai solusi alternatif dalam menyelesaikan konflik separatisme.
Cite
CITATION STYLE
Sukatman, S., & Siswanto, S. (2016). Alternatif Solusi Konflik Separatisme dalam Cerita “Calon Arang.” ATAVISME, 19(1), 116–129. https://doi.org/10.24257/atavisme.v19i1.176.116-129
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.