Penerapan blue economy dengan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei)

  • Adibrata S
  • Lingga R
  • Nugraha M
N/ACitations
Citations of this article
171Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

This research was conducted from December 2021 to February 2022 in Balunijuk Village, Merawang District, Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province. The method used primary and secondary data which was analyzed with a qualitative descriptive approach to policy and vaname shrimp culture. The results showed that designing sustainable development must follow the vision, mission, goals, policies, strategies, programs, to the implementation of activities. One of the priority policies related to food and nutrition action plans or food security was by utilizing marine resources. Food security by utilizing resources from the sea was known as the blue economy concept. Sustainable marine development policies required political effectiveness for the benefit of communities and ecosystems. The application of the blue economy concept with vaname shrimp cultivation in biofloc tarpaulin ponds technically required the measurement of standard parameters such as dissolved oxygen (DO), ammonia (NH3), nitrite (NO2), nitrate (NO3), phosphate (PO4), TDS, brightness, depth, water temperature, salinity, and water pH. Water quality data showed that it could still be tolerated, did not exceed its carrying capacity, and was still in standard water conditions for aquaculture. The implementation of vaname shrimp cultivation in biofloc tarpaulin ponds could increase economic benefits in a sustainable manner, increase healthy products with environmentally friendly technological innovations using Probio_FmUBB probiotics, provide access to small-scale artisanal fisheries, and open market access.Potensi sumberdaya pesisir dan laut seperti perikanan tangkap dan budidaya laut perlu digali dan dikembangkan dengan konsep blue economy. Tujuan penelitian yaitu menerapkan konsep blue economy dengan mengimplementasikan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada kolam terpal bioflok. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2021 hingga Februari 2022 di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode dengan menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap kebijakan dan budidaya udang vaname skala rumah tangga. Hasil menunjukan bahwa merancang pembangunan berkelanjutan harus mengikuti visi, misi, tujuan, kebijakan, strategi, program, hingga implementasi kegiatan. Kebijakan yang prioritas terkait rencana aksi pangan dan gizi atau ketahanan pangan salah satunya dengan memanfaatkan sumberdaya dari laut. Ketahanan pangan dengan memanfaatkan sumberdaya dari laut dikenal dengan konsep blue economy. Kebijakan pembangunan laut yang berkelanjutan membutuhkan efektivitas politik untuk kepentingan komunitas dan ekosistem. Penerapan konsep blue economy dengan budidaya udang vaname pada kolam terpal bioflok, secara teknis membutuhkan pengukuran parameter standar seperti oksigen terlarut (DO), amonia (NH3), nitrit (NO2), nitrat (NO3), phospat (PO4), TDS, kecerahan, kedalaman, suhu perairan, salinitas, dan pH perairan. Data kualitas perairan menunjukan masih dapat ditoleransi, tidak melampaui daya dukungnya, dan masih dalam kondisi standar perairan untuk budidaya. Pelaksanaan budidaya udang vaname pada kolam terpal bioflok dapat meningkatkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan, meningkatkan produk sehat dengan inovasi teknologi ramah lingkungan menggunakan probiotik Probio_FmUBB, menyediakan akses usaha skala rumah tangga (small-scale artisanal fisheries), dan membuka akses pasar.

Cite

CITATION STYLE

APA

Adibrata, S., Lingga, R., & Nugraha, M. A. (2022). Penerapan blue economy dengan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Journal of Tropical Marine Science, 5(1), 45–54. https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v5i1.2964

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free