Abstract
Latar Belakang : Masa remaja merupakan titik puncak emosionalitas, dimana terjadi perkembangan emosi, pertumbuhan fisik terutama organ-organ seksual yang mempengaruhi berkembangnya emosi atau perasaan dan dorongan baru yang dialami, seperti perasaan cinta, rindu, dan keinginan untuk berkenalan lebih intim dengan lawan jenis. Pada masa perkembangan ini remaja akan rentang terhadap masalah mental emosionalnya. Masalah kesehatan mental emosional banyak terjadi pada masa remaja diantaranya perubahan psikoseksual, pengaruh teman sebaya, gangguan perkembangan moral, stres dimasa remaja, perilaku beresiko tinggi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Hubungan pola asuh orangtua dengan kematangan emosi remaja di SMK Negeri 2 Sewon Bantul Yogyakarta”. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimen dengan desain atau rancangan penelitian deskriptif korelasional yaitu mengkaji hubungan antara variabel. Sedangkan pendekatan yang di gunakan adalah cross sectional. Hasil Penelitian : Sebagian besar pola asuh orangtua menerapkan tipe pola asuh demokratis yaitu sebanyak 46 responden (68%) dengan tingkat kematangan emosi pada remaja sedang yaitu sebanyak 34 responden (50%). Berdasarkan analisis data menggunakan Kendall Tau diperoleh nilai korelasi 0,149 dengan taraf signifikansi p> 0,05. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara pola asuh orangtua dengan kematangan emosi remaja di SMK Negeri 2 Sewon Bantul Yogyakarta.
Cite
CITATION STYLE
Bety Agustina Rahayu, K. A. (2022). HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN KEMATANGAN EMOSI REMAJA DI SMK NEGERI 2 SEWON BANTUL YOGYAKARTA. Nursing Science Journal (NSJ), 3(1), 27–32. https://doi.org/10.53510/nsj.v3i1.108
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.