Sabar Dalam Al-Qur'an

  • Ulum K
  • Roziqin A
N/ACitations
Citations of this article
99Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Selama empat belas abad ini, khazanah intelektual Islam telah diperkaya dengan berbagai macam perspektif dan pendekatan dalam menafsirkan al-Quran. Di antaranya adalah dengan menggunakan metode tematik. Metode tafsir tematik adalah menetapkan topik atau masalah yang akan dibahas kemudian menghimpun ayat-ayat yang mempunyai pengertian yang sama dengan topik dan dilengkapi dengan hadis-hadis yang relevan dengan pokok bahasan dan yang perlu dicatat topik yang dibahas diusahakan pada persoalan yang langsung menyentuh kepentingan msyarakat agar Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dapat memberi jawaban terhadap problem masyarakat itu. Secara bahasa “صَبَرَ” dapat berarti tabah hati, manahan, menanggung, mencegah, sedangkan secara istilah sabar dapat berarti mencegah dalam kesempitan, memlihara diri dari kehendak akal dan syara’ dan dari hal yang menuntut untuk memeliharanya. Adapun term-term lain yang identik dengan “صَبْر” Sabar adalah Iffah (عِفَّة), Hilm (حِلْم), Qana’ah (قَنَعَةُ), dan Zuhud.Terkait sabar dalam al Qur’an, ditemukan beberpa konsep bahwa sabar dalam beberapa hal, yaitu; sabar dalam ketaatan, sabar dalam menghadapi kemaksiatan, sabar dalam mengingat perbuatan dosa dan sabar dalam meghadapi kesulitan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ulum, K., & Roziqin, A. K. (2021). Sabar Dalam Al-Qur’an. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist, 4(1), 120–142. https://doi.org/10.35132/albayan.v4i1.106

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free