Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji model pengukuran radikalisme. Sebagai sampel diambil pengurus organisasi kemahasiswaan di Kota Jambi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa: a. Model pengukuran pada pengujian validitas konvergen dan validitas diskriminan telah memenuhi prasyarat pengujian penelitian ini. b. Model pengukuran pada pengujian reliabilitas telah memenuhi prasyarat pengujian penelitian ini. c. Model struktural pada kekuatan jalur menunjukkan hasil positif dengan signifikansi p values bernilai kecil atau sama dengan 0,05. d. Nilai R2 pada penelitian ini berjumlah 0,92 yang berarti bahwa indikator penelitian ini menunjukkan 92% memang sebagai variable yang mempengaruhi dependen variable dalam penelitian ini. Sisanya sebanyak 8% dipengaruhi oleh variable lain. Berdasarkan analisis kuantitatif dapat dirincikan hasil bahwa seluruh hipotesis yang diutarakan dalam penelitian ini terdukung, bahwa komponen intrumen model pengukuran radikalisme meliputi: intoleran, fanatik, eksklusif, dan revolusiner dapat menggambarkan realitas radikalisme seseorang atau kelompok. Diperlukan kelengkapan instrumen penelitian mengenai latar belakang responden yang lebih komprehensif sehingga akan dapat digambarkan hubungan antara sikap responden dengan latar belakang responden.
Cite
CITATION STYLE
Usman, U., Sudarti, E., Arfa, N., & Hernando, R. (2025). Uji Model Pengukuran Radikalisme Studi Implementasi Terhadap Kemahasiswaan. PAMPAS: Journal of Criminal Law, 6(1), 57–69. https://doi.org/10.22437/pampas.v6i1.37903
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.