Abstract
Era informasi digital telah membawa dimensi baru dalam penyebaran pengetahuan, termasuk informasi keagamaan. Media sosial dan platform daring telah menjadi saluran utama bagi individu untuk mengakses dan berbagi konten keagamaan, tetapi keduanya juga memberikan peluang bagi penyebaran berita palsu dan misinformasi, yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial dan mendistorsi pemahaman terhadap ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan literasi agama dalam konteks maraknya informasi digital, khususnya terkait dengan maraknya penyebaran berita bohong dan misinformasi terkait agama di kalangan siswa SMP di Bengkulu Tengah. Lebih jauh, penelitian ini mengupas peran strategis mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan keterampilan literasi agama yang kritis dan bertanggung jawab di kalangan peserta didik di era informasi. Melalui pendekatan kajian pustaka dan analisis isi, penelitian ini mengidentifikasi kompetensi literasi agama yang penting, seperti kemampuan memverifikasi sumber informasi, pemahaman komprehensif terhadap konteks ajaran agama, dan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi manipulasi informasi. Selain itu, penelitian ini menjajaki bagaimana kurikulum PAI dan metode pembelajaran dapat diadaptasi untuk membekali siswa dengan keterampilan menyaring informasi, mengidentifikasi berita bohong dan misinformasi keagamaan, serta mempromosikan narasi keagamaan yang damai dan konstruktif di ruang digital. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa terpapar terlalu banyak informasi yang belum diverifikasi, rentan terhadap penyebaran berita palsu dan misinformasi, memiliki literasi digital dan keterampilan berpikir kritis yang terbatas, serta mungkin dipengaruhi oleh filter bubble. Di sisi lain, meskipun Pendidikan Agama Islam (PAI) belum mencapai hasil optimal, namun telah terbukti berperan penting dalam menumbuhkan kemampuan peserta didik dalam menyaring berita bohong dan misinformasi.The digital information era has brought a new dimension to the dissemination of knowledge, including religious information. Social media and online platforms have become the main channels for individuals to access and share religious content, but both also provide opportunities for the spread of fake news and misinformation, which have the potential to cause social unrest and distort understanding of religious teachings. This study aims to analyze the challenges of religious literacy in the context of the rise of digital information, especially related to the spread of fake news and misinformation related to religion among junior high school students in Central Bengkulu. Furthermore, this study examines the strategic role of Islamic Religious Education (PAI) subjects in developing critical and responsible religious literacy skills among students in the information era. Through a literature review and content analysis approach, this study identifies important religious literacy competencies, such as the ability to verify sources of information, a comprehensive understanding of the context of religious teachings, and increased awareness of the potential for information manipulation. In addition, this study explores how the PAI curriculum and learning methods can be adapted to equip students with the skills to filter information, identify fake news and religious misinformation, and promote peaceful and constructive religious narratives in the digital space. The findings of this study indicate that most students are exposed to too much unverified information, are vulnerable to the spread of fake news and misinformation, have limited digital literacy and critical thinking skills, and may be influenced by filter bubbles. On the other hand, although Islamic Religious Education (PAI) has not achieved optimal results, it has been proven to play an important role in developing students' ability to filter fake news and misinformation.
Cite
CITATION STYLE
Sundari, S., Hidayat, W., Rifky Septian, R., & Hairiyanto. (2024). Literasi Keagamaan di Era Informasi: Tantangan dan Peran PAI dalam Menyaring Hoaks dan Misinformasi. Akademika : Jurnal Keagamaan Dan Pendidikan, 21(1), 38–50. https://doi.org/10.56633/jkp.v21i1.1082
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.