Abstract
Dusun Air Abik memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah khususnya tanaman obat. Populasi tanaman obat akan semakin berkurang jika tidak adanya upaya untuk tetap mempertahankan tanaman obat tersebut. Belum tersedianya wadah pembelajaran mengenai upaya pelestarian atau konservasi tanaman obat merupakan salah satu faktor yang menjadi penghambat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi tanaman obat untuk dilakukan. Pengabdian ini bertujuan melestarikan tanaman obat khas adat Mapur melalui kegiatan konservasi yang berkelanjutan serta mengembangkan produk tanaman obat yang menghasilkan sehingga dapat membantu mewujudkan Dusun Air Abik yang lebih maju. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa latar belakang kemunculan program konservasi tanaman obat adalah dengan melihat potensi tanaman obat yang harus terus dijaga agar tidak hilang dan dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hasil program meliputi terbentuknya kawasan konservasi secara in-situ dan ex-situ, peta persebaran tanaman obat, pengemasan produk yang lebih inovatif, dan terbentuknya kafe jamu merupakan tahapan dasar untuk program pengabdian sehingga masih diperlukan keberlanjutan program untuk mengembangkan kawasan konservasi dan mematenkan hasil produk tanaman obat di Dusun Air Abik.
Cite
CITATION STYLE
Prayoga, G. I., Faradis, S., Sari, P., Anggia, S. D., Saputra, A. I., Saputri, N., … Yuristian, Y. (2022). PENGEMBANGAN KAWASAN KONSERVASI TANAMAN OBAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT MAPUR. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung, 9(2), 25–33. https://doi.org/10.33019/jpu.v9i2.3599
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.