PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA

  • Fitrah Sugiarto
N/ACitations
Citations of this article
67Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, wacana agama dan multikulturalisme selalu menantang. Keberagaman agama bisa menimbulkan konflik atau keharmonisan, tergantung bagaimana kita memaknai keberagaman dan pluralisme agama. Apakah kita melihatnya sebagai modal sosial atau kerugian sosial? Jika keragaman agama dianggap sebagai ancaman, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi ketegangan dan konflik antar agama. Sebaliknya, jika dilihat sebagai kerugian sosial akan berkontribusi untuk menyebarluaskan toleransi dan harmoni. Oleh karena itu penguatan serta pendalaman terhadap konsep pendidikan multikultural dengan berdasar pada nilai-nilai ajaran agama yang kuat. Berdasarkan pada problem tersebut, upaya merealisasikan prinsip pendidikan multikultural dalam masyarakat, diperlukan ultimatum dari agama sebagai basis kebenaran dasar umat manusia menjelaskan batasan-batasan serta langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rangka memahami rambu-rambu kehidupan multikultural secara menyeluruh. Hal ini menjadi sangat relevan dengan fenomena masyarakat Indonesia yang memiliki banyak suku, etnis, agama, serta kebudayaan yang berbeda. Sehingga demikian, artikel ini akan mencoba membahas informasi multikultural dalam perspektif tiga agama besar yakni Islam, Kristen dan Hindu yang memiliki basis umat yang besar di Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fitrah Sugiarto. (2023). PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA. ISEDU : Islamic Education Journal, 1(1), 31–46. https://doi.org/10.59966/isedu.v1i1.307

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free