MODEL PROGRAM PENDIDIKAN GURU VOKASIONAL BERBASIS KEDAERAHAN DAN INTEGRATIF

  • Kilis B
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perubahan orientasi dan paradigma pendidikan yang memberi ruang dan kesempatan pada pendidikan vokasi berkembang di Indonesia, memunculkan masalah yang serius pada penyediaan guru, relevansi dan kualitas pendidikan. Penyediaan guru yang relevan tidak serta merta dapat disiapkan LPTK yang ada di daerah dimaksud. Otonomi daerah mendorong pula pembangunan berbagai SMK baru yang berdasarkan kebutuhan dan kearifan local yang pada akhirnya memunculkan masalah kekurangan guru yang relevan. Disisi lain implementasi pendidikan vokasi masih belum terencana dengan baik dan masih cenderung parsial sehingga perlunya kesamaan persepsi dalam pengembangan pendidikan guru vokasional. Sekolah-sekolah yang dikembangkan di beberapa kabupaten kota di Sulawesi Utara memiliki jenis vokasi yang sangat variatif dan tidak dimiliki oleh Fatek, bahkan Unima sebagai LPTK yang diberi wewenang dalam pendidikan guru vokasi. Pada kasus dalam amatan penulis ada sebuah SMK di daerah Bolaang Mongondow, yang membuka kejuruan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), akuntansi, pertanian dan keperawatan. Untuk itu dibutuhkan suatu model program pendidikan guru vokasional berbasis kedaerahan, sesuai kebutuhan dan diselenggarakan secara integratif.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kilis, B. M. H. (2017). MODEL PROGRAM PENDIDIKAN GURU VOKASIONAL BERBASIS KEDAERAHAN DAN INTEGRATIF. Innovation of Vocational Technology Education, 10(2). https://doi.org/10.17509/invotec.v10i2.4851

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free