Abstract
Agroforestri merupakan salah satu sistem pengelolaan lahan yang mampu mengatasi masalah pangan, yang penerapannya dengan mengombinasikan dua atau lebih jenis tanaman baik tanaman kehutanan maupun tanaman pertanian. Penerapan agroforestri di Lampung sudah dilakukan dimana salah satunya berada di Dusun Pesawaran, Desa Pesawaran, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Kontribusi yang diperoleh dari lahan hutan dengan menggunakan sistem agroforestri terhadap pendapatan masyarakat yaitu adanya hasil tanaman pertanian secara pekanan, bulanan atau tahunan, tergantung jenis tanaman pertanian yang ditanam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kontribusi agroforestri terhadap pendapatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani di KTH Sejahtera 4. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil perhitungan, agroforestri memberikan kontribusi pendapatan yaitu 25,64% atau sekitar Rp. 111.306.690, sedangkan dari non agroforestri memberikan kontribusi pendapatan 74,36% atau sekitar Rp. 322.800.000. Hasil analisis menunjukkan bahwa umur berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani di KTH Sejahtera 4, sedangkan luas plot, jumlah jenis tanaman, kombinasi jenis tanaman, dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan.
Cite
CITATION STYLE
Mira Amelda Wati, Hari Kaskoyo, Rini Nurindarwati, Rommy Qurniati, & Eny Puspasari. (2022). KONTRIBUSI AGROFORESTRI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN KELOMPOK KEMITRAAN KONSERVASI DI TAHURA WAN ABDUL RACHMAN. Jurnal Rimba Lestari, 2(1), 15–23. https://doi.org/10.29303/rimbalestari.v2i1.1412
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.