Review: Single Chain Fragment Variable sebagai Pemandu Diagnosis dan Terapi Bertarget Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 Kanker Payudara

  • Priskila M
  • Febrina E
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Single chain fragment variable (scFv) merupakan antibodi rekombinan yang terdiri dari bagian fragmen antigen-binding (Fab) antibodi dengan ukuran sangat kecil sekitar 26 -27 kDa. Secara umum scFv bersifat stabil ,dikode oleh satu gen sehingga akan mempermudah modifikasi genetik. Dibandingkan dengan antibodi lengkap, scFv yang memiliki aktivitas pengikatan antigen yang serupa memiliki kelebihan lain diantaranya adalah ukurannya yang kecil, penetrasi ke pembuluh darah dan jaringan yang lebih baik, serta imunogenisitas yang lebih rendah. Oleh karena itu, scFv memiliki potensi yang sangat baik untuk digunakan sebagai senyawa pemandu diagnosis maupun terapi penyakit. Hasil dari berbagai penelitian menunjukkan scFv anti-HER2 (Human Epidermal Growth Factor Receptor 2) dapat digunakan sebagai pemandu pada diagnosis kanker payudara HER2+ baik menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) ataupun positron-emission tomography (PET). Pada terapi kanker payudara bertarget reseptor HER2, scFv anti HER2 juga memiliki potensi digunakan sebagai pemandu untuk imunotoksin, antibody drug conjugate (ADC), prodrug, dan pretargeted radioimmunotherapy (PRIT).

Cite

CITATION STYLE

APA

Priskila, M., & Febrina, E. (2023). Review: Single Chain Fragment Variable sebagai Pemandu Diagnosis dan Terapi Bertarget Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 Kanker Payudara. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 10(2), 155. https://doi.org/10.25077/jsfk.10.2.155-161.2023

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free