Abstract
Bullying adalah fenomena yang terjadi di berbagai lingkungan, termasuk di pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku bullying yang terjadi di Pondok Pesantren Ulumul Qur'an Bebesen, Aceh Tengah. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara yang diberikan kepada siswa dan staf pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying hadir dalam konteks pondok pesantren ini. Beberapa bentuk bullying yang diamati meliputi pelecehan verbal, intimidasi psikologis. Motivasi di balik perilaku bullying ini bervariasi, termasuk keinginan untuk mendominasi, kepuasan pribadi, rasa rendah diri, dan perbedaan sosial. Faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya bullying di Pondok Pesantren Ulumul Qur'an Bebesen termasuk kurangnya pengawasan yang memadai, kurangnya pemahaman tentang dampak buruk dari bullying, dan kurangnya upaya untuk mengatasi masalah ini. Selain itu, budaya dan norma sosial tertentu di pesantren juga dapat mempengaruhi prevalensi perilaku bullying. Penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran dan intervensi yang efektif untuk mengatasi masalah bullying di pondok pesantren. Mengembangkan program pendidikan yang mengajarkan tentang keragaman, empati, toleransi, dan komunikasi yang efektif dapat membantu mengurangi perilaku bullying. Selain itu, melibatkan staf pesantren, orang tua, dan komunitas dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying juga merupakan langkah yang penting.
Cite
CITATION STYLE
Lingga, M., & Nurjannah, N. (2023). PERILAKU BULLYING DI PONDOK PESANTREN ULUMUL QUR’AN BEBESEN, ACEH TENGAH. Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim Dan Bimbingan Rohani, 9(2), 1–11. https://doi.org/10.47435/mimbar.v9i2.2042
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.