Abstract
Pendahuluan: Kegagalan fungsi ginjal dapat menimbulkan komplikasi gangguan kesehatan lainnya, salah satunya adalah kondisi hipervolemia cairan yang merupakan faktor pemicu terjadinya gangguan kardiovaskuler bahkan kematian yang terjadi pada pasien GGK. Penanganan untuk hipervolemia adalah pembatasan cairan untuk mempertahankan keseimbangan cairan. Selain itu dapat memberikan obat-obat golongan loop diuretic seperti furosemide untuk mempertahankan keseimbangan cairan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kepatuhan pembatasan cairan dengan hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa di RS Bina Husada Cibinong. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi. Sedangkan metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa 2x seminggu secara rutin di ruang hemodialisa Rs Bina Husada sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi pengukuran berat badan. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistic diketahui bahwa bahwa nilai P-Value =0.000 yang berarti P-Value < 0.05. Kesimpulan: Ada Hubungan antara kepatuhan pembatasan cairan dengan hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa Rs Bina Husada Cibinong.
Cite
CITATION STYLE
Irwanti, L. (2023). Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan dengan Hipervolemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa. Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia, 3(1), 454–458. https://doi.org/10.53801/jipki.v3i1.96
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.